Nama saya Dewi Masyithoh, teman-teman saya S1 biasa memanggil Iwed. Saya lulus SMU pada pertengahan tahun 1999. Orang tua saya tidak memberi banyak pilihan, tetap dipesantren; atau sekolah yang ber-branding negeri; atau sekolah yang ber-basic Islam; atau bekerja. Akan tetapi saya tidak mengindahkan ‘dawuh’ orang tua. Pada saat itu saya memilih untuk “durhaka”, sehingga saya harus putus kuliah dan bekerja. Dimasa tersebut saya bekerja untuk membuktikan pada orang tua bahwa saya pasti kuliah sesuai dengan keinginan saya. Alhasil dari kerja keras tersebut saya matur ke Bapak yang kebetulan beliau seorang guru untuk kuliah di UNISMA Fakultas Pertanian Prodi Sosial Ekonomi. Pada saat itu orang tua dawuh, saya tidak mau membiayai semua kebutuhan hidup ataupun kuliahmu. Saya mengatakan pada beliau baik, saya akan membiayai semua kebutuhan saya. Yang terpenting panjenengan memperbolehkan saya untuk kuliah. Beliau saat itu juga mengajukan syarat “nduk, bapakmu iki pingin koe dadi guru lan pingin koe tetep NU… bapak gak pingin muluk-muluk. kui tok” ( nak, bapak ini hanya ingin kamu jadi guru dan tetap mengikuti ajaran NU).
Sebelum melangkahkan kaki saya memohon restu ke bapak karena sudah 1 tahun tidak pulang (hasil kabur dari rumah), untuk melanjutkan studi. Berbekal uang hasil 1 tahun bekerja, saya membayar uang pendaftaran dan biaya lain lain. Alhamdulillah, saat itu ada teman di Malang yang kebetulan dekat dengan kampus UNISMA sehingga saya tidak perlu kos. Saat itu saya merasa sangat terbantu dan sangat berterima kasih. Karena jika tidak ada teman mungkin saya tidak sanggup membayar semua kebutuhan perkuliahan. Bahkan saat ospek keluarga teman selalu memberi bekal, katanya biar tidak membeli, sayangi uangnya sebab mencari sendiri. Alhamdulillah….
Semester 1 dan 2 saya setengah mati kuliah sambil bekerja, saya harus baik-baik mengatur jadwal, baik jadwal kuliah, praktikum dan jadwal bekerja. Pagi-pagi buta harus menyiapkan pekerjaan part time (saat itu di Kepanjen), kemudian berangkat ke kampus sampai rata-rata jam 4 sore. Jam 4 sore saya part time kembali sampai jam 9 malam. Setelah close jam 10 saya baru bisa membuka tugas kuliah, Alhamdulillah tidak ada yang mengulang.
Semester 3, orang tua memanggil saya untuk pulang, waktu saat itu takut. Takut disuruh berhenti kuliah. Ternyata bapak dawuh, sudah tidak perlu part time, sudah LULUS part timenya. Saat itu sujud syukur, tak henti-henti bersyukur bahwa orang tua saya bukan membenci, akan tetapi untuk mengajari bahwa kehidupan itu tidak mudah. Setelah tidak part time, saya bergabung dengan organisasi-organisasi kampus PMII, UKM2 maklum saking banyaknya yang ingin dicoba dari itu sepertinya merasa masih ada yang kurang . Saya part time kembali hehehehe….. maklum mental pedagang hingga semester 6.
Semester 6 akhir getol-getolnya mahasiswa mencari tempat untuk PKL, saat itu saya PKL di KUD Gondanglegi tempat kakek mengabdi. Ternyata Alloh berkehendak lain, saat PKL ada kegiatan UKM kampus berbasis wirausaha, disaat itu saya dipertemukan jodoh hidup. Yang kebetulan beliau seorang manajer sebuah perusahaan tersebut. Karena orang tua saat itu salah persepsi, sehingga saya harus menikah tanpa taaruf hehehe…. jodoh memeng banyak jalannya. Disyukuri Alhamdulillah…. pada akhir-akhir semester dengan bertambah kewajiban dan masyaalloh, suami yang sangat baik selalu support untuk tetap ingin saya lulus kuliah tepat waktu, tapi kenyatannya molor 3 bulan. Saya lulus di 2005 tepatnya februari 2005 dari UNISMA.
MENITI KARIR
Tahun 2005 saya meminta izin pada suami untuk melamar pekerjaan pada perusahaan pertanian, dan alhamdulillah tidak diterima. Dan pernah sekali ikut tes CPNS dan Alhamdulillah juga tidak lolos. Saya pernah melamar kerja pada perbankan dan diterima tapi ternyata tidak kuat dingin. Dari itu saya cukup intropeksi diri, mungkin harus lebih baik. Bermula dari masalah-masalah tersebut, saya mengajukan pada suami untuk menangani trading. Waktu itu semua masih ditangani suami baik budidaya lebah madu ataupun trading. Dan suami juga masih diperusahaan orang lain. Jaman itu bukan trading, tapi dagang kecil-kecilan. Bermula dari modal gaji suami, saya buat untuk belanja madu lalu saya pasarkan sedikit demi sedikit. Tahun 2006 mulai ada titik baik untuk usaha kami, kebetulan banyak yang cocok dan tahun 2008 kami mengesahkan CV bersama 1 teman kami sebut CV kembang joyo.
Tahun 2008 – 2010 bukan waktu yang panjang bagi sebuah usaha, tahun tersebut merupakan tahun baik hingga kami lupa diri. 2010 kami perperosok hutang yang waktu itu kami tidak mungkin mampu untuk membayar. 2010 pula suami resign dari perusahaan dimana dia bekerja, kami setengah mati hingga berfikir untuk pergi keluar negeri untuk membayar hutang tersebut. Hingga didetik-detik terakhir kami pengurusan kepergian keluar negeri, ada 1 perusahaan mengajukan kontrak pada perusahaan kami, alhamdulillah hutang tersebut mampu kami tunaikan tepat pada waktunya. Kami bersyukur telah mengambil keputusan yang tepat, memang usaha mandiri harus cepat mengambil keputusan dan jika kita keliru mengambil keputusan kita akan segera rugi. Jika tidak segera bangkit kita akan termakan waktu, akan tetapi bagi seorang pengusaha apapun resikonya kita ambil saja kesempatan yang ada. Inovasi atau mati prinsip dasar kami, kami juga selalu mengatakan siapa saja yang mau bangun lebih dulu itu pemenangnya. Artinya kita tidak apa-apa jatuh, akan tetapi yang bangun dari jatuh lebih awal itu yang menang. Kita tidak perlu menjadi menjadi yang utama, cukup menjadi follower jauh lebih baik bagi kami.
Dari prinsip-prinsip dan motivasi diri sendiri saya jadikan usaha sebagai PT. Dibawah 2 orang pemegang saham satu saya sebagai komisaris dan 1 lagi direktur smua masih muda, masih tidak punya rasa takut. Kami ambil semua kesempatan yang masuk noted dengan seleksi. PT kami berdiri pada 2016 dengan nama PT KEMBANG JOYO SRIWIJAYA (SRIWIJAYA GROUP) bergerak pada sektor export import, budidaya, perdagangan dan restauran. Hingga 2019 ini kami memiliki 80 outlet madu yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia, kami juga membuka franchise. Kami juga menangani 1.500 kotak koloni lebah madu, dan termasuk salah satu yang terbesar di Indonesia, kami juga mulai membuka usaha restaurant. Sampai saat ini kami membuka 5 cabang restauran.

Sambil menjalankan usaha, kami juga melanjutkan pendidikan. Bagi kami pendidikan sangat penting, karena kami merasa ilmu itu tiada habisnya bagi siapa yang mencari. Suami selalu memberi motivasi untuk kuliah S2 di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), maklum mulai dari SD, SMP, SMU, dan S1 tidak satupun yang ber-branding Negeri. Saya ingin merasakan, bagaimana sekolah di Negeri. Tahun 2012 mendaftar S2 Fakultas ILMU MANJEMEN UNIVERSITAS BRAWIJAYA ndilalah kok ya kurang cocok…. lalu pindah di Fakultas Peternakan. Bersama suami satu kelas di S2. Ketika menempuh S2 usaha kami semakin membaik sehingga lulus S2 sangat molor, bahkan hampir DO, saking asyiknya mengembangkan usaha sehingga lupa mengerjakan Thesis, memang jika sekolah dan bekerja kita harus baik-baik mengatur waktu. Saya menyelesaikan S2 tahun 2017 dan termotivasi langsung melanjutkan pendidikan S3, namun bersamaan dengan kewajiban menjalankan Ibadah Haji sehingga kami harus menunda satu semester. Sepulang Ibadah haji saya melanjutkan studi di S3 fakultas Peternakan Universitas Brawijaya semester genap, tepatnya 2018 hingga sekarang. Kesibukan mengembangkan usaha tidak bisa saya pungkiri akan menyita waktu studi S3 saya. Tapi saya yakin jika bersemangat dan beri’tikad baik semua akan berjalan baik, saya percaya demikian.
Ketika saya mengisi alumni di UNISMA tahun 2019, ada penawaran untuk mengajar. Saya setuju untuk menjadi tenaga pengajar di UNISMA, sesuai harapan orang tua. Saya menjelaskan tentang kegiatan bisnis saya sehingga tidak bisa full mengajar di UNISMA. Pihak UNISMA memberi jalan mengambil NIDK (DOSEN KHUSUS). Saya termotivasi untuk membagi pengalaman kepada adik-adik saya untuk tidak mudah menyerah dalam mencapai cita-cita dan tetap melanjutkan proses belajar. Saya juga termotivasi untuk ikut mengabdi di UNISMA dan bersama-sama menjadikan UNISMA sebagai Perguruan Tinggi yang menghasilkan lulusan yang mempunyai daya saing, mampu berinovasi dan tahan banting menghadapi tantangan di dunia usaha yang semakin hari semakin keras.







